JAR OF HEART
.
Story by: Baek Gain
.
Genre: Romance, Thriller, Suspense, Angst
.
Main Cast: -Uchiha Sasuke
-Uzumaki Naruto
.
Nb: Anggap aja kata yang di bold + italic itu semacem
Flashback. FF ini dibuat berdasar inspirasi tentang lagu Christina perry – Jar
of heart. Sekian.
.
.
Suara air yang menggema di
dalam kamar mandi sudah tidak terdengar. Sasuke menopang berat tubuhnya
menggunakan kedua lengan kekarnya yang ia letakkan pada sisi wastafel. Ia
menatap pantulan kaca wajahnya yang terbilas air. Ia mengusap kasar permukaan
kulitnya tersebut. Mata onyxnya menajam dan tangan-tangannya mencengkram sisi
wastafel dengan sangat kuat. Ia kembali teringat memorinya tentang hal yang
terjadi jam yang lalu.
PRANGGG! Pecahan-pecahan kaca
mengisi ruangan tersebut saat Sasuke dengan kasar memukul cermin kamar mandi
tersebut. Ia menangkup wajahnya saat merasa aliran anak sungai meluncur dari
mata kelamnya menuju pipi tirusnya yang terbalut kulit pucat itu. Emosinya
sangat tidak terkontrol. Bahkan suaranya terasa tercekat. Seperti ada batu-batu
kerikil yang bersemayam disana. Dadanya sesak dan jantungnya berdetak keras.
Ia melangkahkan kakinya untuk
keluar dari kamar mandi. Ia melajukan langkahnya dan masuk ke dalam kamar.
Bukan kamarnya. Lebih tepatnya milik orang yang dicintainya. Naruto
Uzumaki. Ia menatap makhluk bersurai
pirang yang sedang pingsan tersebut. Pandangannya melembut saat sang Uzumaki
membuka mata biru saphirenya. Manis. Seketika ekspresinya mengeras. Senyumannya
hilang berganti dengan smirk yang menyeramkan.
“Sa-sasuke! Apa yang kau
lakukan? Pergi!! Aku membencimu!” teriak naruto marah dan frustasi. Sebutir
liquid menetes dari matanya yang sembab. “Waaah~ ada apa naruto? Apa kau ingin
melihat proses kematian Hinata lagi? Kalau memang begitu aku punya rekamannya.”
ucap sasuke sinis.
“A-aku.. aku fikir kita cukup sampai disini
saja Sasuke. Aku baru sadar rasa sukaku padamu hanya sebatas kagum antar sesama
teman. Aku straight Sasuke. Aku minta maaf.” Ujar naruto pada sasuke. Tangan
kirinya menggenggam tangan seorang gadis bermata lavender dengan surai indigo.
“APA MAKSUDMU?! KAU MAU MEMPERMALUKANKU HUH?! JIKA KAU TIDAK MENYUKAI UNTUK APA
SELAMA INI KAU BERSIKAP MANIS?” bentak sasuke keras. Mengabaikan pandangan
seisi sekolah padanya. “A-aku.. tidak t-tau.. sasuke. Aku hanya merasa senang
saja. Tapi perasaanku berubah sejak aku mengenal hinata.” Jawab naruto.
“Begitukah? Oh baguslah. Selamat.” Ucap sasuke. Kakinya ia langkahkan untuk
meninggalkan naruto yang masih terdiam dan menunduk.
“TIDAK!! AKU MEMBENCIMU!! KAU
GILA!! PSIKOPAT!! Hikss.” Tangis naruto meledak. “Jika aku harus menjadi
psikopat gila untuk mendapatkanmu, maka aku akan melakukannya. Kau tau? Aku
mencintaimu lebih dari apapun di dunia ini. Bahkan dari akal sehatku.”
“Sa-sasuke..” lirih naruto saat memasuki
apartementnya. Matanya membelalak. “Hi. Aku akan memasakkanmu soup daging hari
ini. Semoga kau suka.” Desis sasuke menunjukkan smirknya. Sasuke menyobek perut
gadis di hadapannya dan menarik usus-usus serta isi perut lainnya. “APA YANG
KAU LAKUKAN PADA HINATA??!!” Teriak naruto. Tangannya terkepal keras. Jika
bisa, dia ingin memukul pria di hadapannya ini. Namun dia tidak ingin mati di
tangan kotor sasuke. “Aku? Ck, Baka-dobe. Bukankah aku sudah bilang? Aku akan
memasak soup daging untukmu. daging dan sedikit usus mungkin akan enak jika
disajikan dengan ramen kesukaanmu. Iyakan?” ujar sasuke tanpa melirik naruto.
Matanya masih terfokus pada gadis bersurai indigo di depannya. Ia menarik
pisaunya dari lambung hinata. Mencabik-cabik tubuh ringkih yang berlumuran
darah tersebut.. Kemudian menancapkan pisaunya di mata hinata dan menarik kedua
bola mata lavender itu hingga keluar dari rongganya yang kini mengeluarkan
banyak darah. Sasuke tersenyum puas melihat hasil karyanya. “Bukankah dia
cantik? HAHAHAHAHAHAHAHAHA.”
“Tidak! Tidak! Kau tidak
mencintaiku! Kau hanya merasa rakus dan terobsesi! Cinta tidak seperti ini!” sergah
naruto. Sasuke mendekati naruto yang masih menangis dan ketakutan. “Cinta
memang seperti ini.” Ujar sasuke lembut. “Rakus dan Gila!!” bentaknya kasar. Ia
menarik dagu naruto dan mencengkramnya keras. Kemudian melumat bibir merah
naruto kasar. Mata onyx sasuke menjadi makin kelam, penuh benci dan berubah
merah penuh amarah. “Hmmmpppt!!” naruto mencoba berteriak saat sasuke menusuk
pundaknya dengan sebuah pisau kecil. Darah mengalir dari pundak kanannya
bersamaan dengan setetes airmatanya yang jatuh ke mata Sasuke. Membuat sasuke
membuka matanya dan terdiam sebentar. Senyum setan sasuke kembali nampak. Ia
mengambil beberapa kunai dari saku bajunya. Ditancapkannya sebuah kunai pada
masing-masing telapak tangan naruto. “Aaaarrggh!” jerit naruto. Sasuke mengelus
surai pirang naruto. “Aku harus memberimu pelajaran sayang.” Bisik sasuke
sambil menarik rambut naruto hingga beberapa helai pirang itu rontok di tangan
sasuke. Duakk! Sasuke membenturkan kepala naruto ke dinding di belakangnya.
“Hentikan sasuke! Sa-sakit.” Desis naruto kesakitan. Dahinya yang berdarah
menutupi pandangan matanya. Dengan penglihatan minim ia masih bisa melihat
seringaian lebar sasuke. “Sakit? Bukankah itu bagus?” tanya sasuke. Tangannya
diayunkan ke punggung naruto. Menancapkan pisau pada punggung pria di
hadapannya. “S-sa.. sakit. S-sa..suk-ke.” Ujar naruto dengan terbata-bata saat
merasa goresan pisau di punggungnya semakin melebar. Naruto pingsan. Dia sudah
tidak kuat merasakan sakit di sekujur tubuhnya. Sasuke tersenyum melihat naruto
yang sudah tidak sadarkan diri. Namun ia belum puas. Belum! Rasa sakit dan
kecewa pada naruto masih menggrogoti hatinya. Sasuke menusuk perut naruto
dengan brutal. Kemudian tangannya beralih pada
tenggorokkan naruto. Sasuke menancapkan pisau tepat di pembuluh darah
naruto dan menyobeknya. Sasuke menarik pisaunya hingga ke dada naruto dan
membelahnya hingga organ-organ dalam naruto nampak dibalik sobekan daging
tersebut. Sasuke memasukkan tangannya mencari-cari sebuah organ milik naruto.
Dapat! Ini dia! Hati milik naruto, yang sudah menyakitinya. Sasuke tersenyum
puas. Ia merasa senang saat ini. Ia menarik hati tersebut hingga beberapa urat
dan syaraf terlepas. Sasuke mengambil toples kaca di meja naruto. Membuang
isinya dan mengisi kembali toples kaca tersebut menggunakan hati naruto. “Terimakasih
naruto. Kini aku merasa aku sudah memiliki hatimu sepenuhnya dan hatimu akan ku
simpan selamanya. Takkan ku biarkan seorangpun memilikinya.”
“Aku mencintaimu sasuke. Hatiku milikmu.
Hanya kau.” Ucap naruto sembari mengalungkan tangannya pada perpotongan leher
sasuke. “Aku juga mencintaimu. Dan tentu saja hatimu hanya milikmu. Hanya
milikku. Bahkan saat kau mati. Berjanjilah.” Jawab sasuke dengan nada serius.
Naruto tersenyum. “Ya. Aku berjanji.”
.
.
.
selesaiii. :v maap gaje. yang baca harus komen. :v gak komen paginya mencret lho entar :'v #piss
Tidak ada komentar:
Posting Komentar