No silent readers! No!

JANGAN JADI SILENT READER PLEASE :v TAU GAK RASANYA ITU SAKIT :"v

Senin, 25 Mei 2015

[Oneshoot] jar of heart - sasunaru yaoi


JAR OF HEART
.
Story by: Baek Gain
.
Genre: Romance, Thriller, Suspense, Angst
.
Main Cast: -Uchiha Sasuke
                    -Uzumaki Naruto
.
Nb: Anggap aja kata yang di bold + italic itu semacem Flashback. FF ini dibuat berdasar inspirasi tentang lagu Christina perry – Jar of heart. Sekian.
.
.
Suara air yang menggema di dalam kamar mandi sudah tidak terdengar. Sasuke menopang berat tubuhnya menggunakan kedua lengan kekarnya yang ia letakkan pada sisi wastafel. Ia menatap pantulan kaca wajahnya yang terbilas air. Ia mengusap kasar permukaan kulitnya tersebut. Mata onyxnya menajam dan tangan-tangannya mencengkram sisi wastafel dengan sangat kuat. Ia kembali teringat memorinya tentang hal yang terjadi jam yang lalu.
PRANGGG! Pecahan-pecahan kaca mengisi ruangan tersebut saat Sasuke dengan kasar memukul cermin kamar mandi tersebut. Ia menangkup wajahnya saat merasa aliran anak sungai meluncur dari mata kelamnya menuju pipi tirusnya yang terbalut kulit pucat itu. Emosinya sangat tidak terkontrol. Bahkan suaranya terasa tercekat. Seperti ada batu-batu kerikil yang bersemayam disana. Dadanya sesak dan jantungnya berdetak keras.
Ia melangkahkan kakinya untuk keluar dari kamar mandi. Ia melajukan langkahnya dan masuk ke dalam kamar. Bukan kamarnya. Lebih tepatnya milik orang yang dicintainya. Naruto Uzumaki.  Ia menatap makhluk bersurai pirang yang sedang pingsan tersebut. Pandangannya melembut saat sang Uzumaki membuka mata biru saphirenya. Manis. Seketika ekspresinya mengeras. Senyumannya hilang berganti dengan smirk yang menyeramkan.
“Sa-sasuke! Apa yang kau lakukan? Pergi!! Aku membencimu!” teriak naruto marah dan frustasi. Sebutir liquid menetes dari matanya yang sembab. “Waaah~ ada apa naruto? Apa kau ingin melihat proses kematian Hinata lagi? Kalau memang begitu aku punya rekamannya.” ucap sasuke sinis.
“A-aku.. aku fikir kita cukup sampai disini saja Sasuke. Aku baru sadar rasa sukaku padamu hanya sebatas kagum antar sesama teman. Aku straight Sasuke. Aku minta maaf.” Ujar naruto pada sasuke. Tangan kirinya menggenggam tangan seorang gadis bermata lavender dengan surai indigo. “APA MAKSUDMU?! KAU MAU MEMPERMALUKANKU HUH?! JIKA KAU TIDAK MENYUKAI UNTUK APA SELAMA INI KAU BERSIKAP MANIS?” bentak sasuke keras. Mengabaikan pandangan seisi sekolah padanya. “A-aku.. tidak t-tau.. sasuke. Aku hanya merasa senang saja. Tapi perasaanku berubah sejak aku mengenal hinata.” Jawab naruto. “Begitukah? Oh baguslah. Selamat.” Ucap sasuke. Kakinya ia langkahkan untuk meninggalkan naruto yang masih terdiam dan menunduk.
“TIDAK!! AKU MEMBENCIMU!! KAU GILA!! PSIKOPAT!! Hikss.” Tangis naruto meledak. “Jika aku harus menjadi psikopat gila untuk mendapatkanmu, maka aku akan melakukannya. Kau tau? Aku mencintaimu lebih dari apapun di dunia ini. Bahkan dari akal sehatku.”
“Sa-sasuke..” lirih naruto saat memasuki apartementnya. Matanya membelalak. “Hi. Aku akan memasakkanmu soup daging hari ini. Semoga kau suka.” Desis sasuke menunjukkan smirknya. Sasuke menyobek perut gadis di hadapannya dan menarik usus-usus serta isi perut lainnya. “APA YANG KAU LAKUKAN PADA HINATA??!!” Teriak naruto. Tangannya terkepal keras. Jika bisa, dia ingin memukul pria di hadapannya ini. Namun dia tidak ingin mati di tangan kotor sasuke. “Aku? Ck, Baka-dobe. Bukankah aku sudah bilang? Aku akan memasak soup daging untukmu. daging dan sedikit usus mungkin akan enak jika disajikan dengan ramen kesukaanmu. Iyakan?” ujar sasuke tanpa melirik naruto. Matanya masih terfokus pada gadis bersurai indigo di depannya. Ia menarik pisaunya dari lambung hinata. Mencabik-cabik tubuh ringkih yang berlumuran darah tersebut.. Kemudian menancapkan pisaunya di mata hinata dan menarik kedua bola mata lavender itu hingga keluar dari rongganya yang kini mengeluarkan banyak darah. Sasuke tersenyum puas melihat hasil karyanya. “Bukankah dia cantik? HAHAHAHAHAHAHAHAHA.”
“Tidak! Tidak! Kau tidak mencintaiku! Kau hanya merasa rakus dan terobsesi! Cinta tidak seperti ini!” sergah naruto. Sasuke mendekati naruto yang masih menangis dan ketakutan. “Cinta memang seperti ini.” Ujar sasuke lembut. “Rakus dan Gila!!” bentaknya kasar. Ia menarik dagu naruto dan mencengkramnya keras. Kemudian melumat bibir merah naruto kasar. Mata onyx sasuke menjadi makin kelam, penuh benci dan berubah merah penuh amarah. “Hmmmpppt!!” naruto mencoba berteriak saat sasuke menusuk pundaknya dengan sebuah pisau kecil. Darah mengalir dari pundak kanannya bersamaan dengan setetes airmatanya yang jatuh ke mata Sasuke. Membuat sasuke membuka matanya dan terdiam sebentar. Senyum setan sasuke kembali nampak. Ia mengambil beberapa kunai dari saku bajunya. Ditancapkannya sebuah kunai pada masing-masing telapak tangan naruto. “Aaaarrggh!” jerit naruto. Sasuke mengelus surai pirang naruto. “Aku harus memberimu pelajaran sayang.” Bisik sasuke sambil menarik rambut naruto hingga beberapa helai pirang itu rontok di tangan sasuke. Duakk! Sasuke membenturkan kepala naruto ke dinding di belakangnya. “Hentikan sasuke! Sa-sakit.” Desis naruto kesakitan. Dahinya yang berdarah menutupi pandangan matanya. Dengan penglihatan minim ia masih bisa melihat seringaian lebar sasuke. “Sakit? Bukankah itu bagus?” tanya sasuke. Tangannya diayunkan ke punggung naruto. Menancapkan pisau pada punggung pria di hadapannya. “S-sa.. sakit. S-sa..suk-ke.” Ujar naruto dengan terbata-bata saat merasa goresan pisau di punggungnya semakin melebar. Naruto pingsan. Dia sudah tidak kuat merasakan sakit di sekujur tubuhnya. Sasuke tersenyum melihat naruto yang sudah tidak sadarkan diri. Namun ia belum puas. Belum! Rasa sakit dan kecewa pada naruto masih menggrogoti hatinya. Sasuke menusuk perut naruto dengan brutal. Kemudian tangannya beralih pada  tenggorokkan naruto. Sasuke menancapkan pisau tepat di pembuluh darah naruto dan menyobeknya. Sasuke menarik pisaunya hingga ke dada naruto dan membelahnya hingga organ-organ dalam naruto nampak dibalik sobekan daging tersebut. Sasuke memasukkan tangannya mencari-cari sebuah organ milik naruto. Dapat! Ini dia! Hati milik naruto, yang sudah menyakitinya. Sasuke tersenyum puas. Ia merasa senang saat ini. Ia menarik hati tersebut hingga beberapa urat dan syaraf terlepas. Sasuke mengambil toples kaca di meja naruto. Membuang isinya dan mengisi kembali toples kaca tersebut menggunakan hati naruto. “Terimakasih naruto. Kini aku merasa aku sudah memiliki hatimu sepenuhnya dan hatimu akan ku simpan selamanya. Takkan ku biarkan seorangpun memilikinya.”
“Aku mencintaimu sasuke. Hatiku milikmu. Hanya kau.” Ucap naruto sembari mengalungkan tangannya pada perpotongan leher sasuke. “Aku juga mencintaimu. Dan tentu saja hatimu hanya milikmu. Hanya milikku. Bahkan saat kau mati. Berjanjilah.” Jawab sasuke dengan nada serius. Naruto tersenyum.  “Ya. Aku berjanji.”
.
.
.
selesaiii. :v maap gaje. yang baca harus komen. :v gak komen paginya mencret lho entar :'v #piss

Tidak ada komentar:

Posting Komentar